Topik yang ingin saya angkat tidaklah besar, namun sepele, nama tokoh. Kalau anda gemar menonton sinetron tahun 90-an, anda pasti familiar dengan nama orang yang saya pakai di judul tulisan ini, Ara. Ara, atau Cemara, adalah tokoh utama dari sinetron Keluarga Cemara yang dulu pernah ditayangkan oleh RCTI. Keluarga Cemara menceritakan kisah keseharian sebuah keluarga yang sederhana. Tokohnya adalah Ara, Emak, Abah, Euis, dll.

Akhir-akhir ini saya terusik oleh munculnya tayangan-tayangan televisi yang mengusung modernisasi. Saya menyaksikan sebuah sinetron yang mengusung gaya hidup modern, mulai dari pakaian, gadget, hingga nama. Linzy, Justin, PJ, adalah contoh nama-nama yang digunakan. Buat saya, nama seperti judul, mencerminkan isinya. Saya rasa, nama-nama modern yang kebarat-baratan tersebut digunakan sebagai tokoh sinetron, membuat bingung penontonnya yang kebanyakan adalah masyarakat dengan tingkat pendidikan menengah ke bawah.

Saya lebih setuju jika nama-nama yang digunakan lebih mencerminkan Indonesia, seperti Susi, Angga, Tono, Joko, dll. Bangsa kita memiliki identitas sendiri, yang berbeda dengan bangsa lain. Kenapa kita harus malu untuk menggunakannya, malah cenderung menyembunyikan atau menghilangkannya. Nama saya Ratih, diambil dari tokoh pewayangan Jawa, dan saya bangga akan nama saya tersebut.

Kemana Perginya Ara?

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

2 thoughts on “Kemana Perginya Ara?

  • 12 May 2011 at 21:29
    Permalink

    ternyata lo bisa bikin tulisan serius juga yah..
    Angkat juga dong reality show yg kebanyakan palsu.
    Udah males banget gw nontonnya

  • 17 May 2011 at 08:53
    Permalink

    gw suka kalimat ending nya ceu.. nice !

Comments are closed.