Hasil keisengan saya di sela manunggu sahur malam ini adalah: mewawancara beberapa orang teman untuk ditanyakan tentang fantasinya di malam pertama. Responden saya adalah empat orang lelaki yang umurnya berkisar pada awal 20-an. Jawaban yang mereka kemukakan sangat lucu dan benar-benar fantasi. Berikut adalah hasil wawancara saya.
Magis, 21 tahun
Ketika malam pertama, hal yang pertama saya lakukan adalah cium pipi istri saya dulu tanpa malu-malu. Ngobrol-ngobrol sedikit dan berkata, “Sayang, kita make love dulu yuk.” Setelah itu kami berpelukan dengan alunan backsound lagu-lagu oldies seperti Kenny G dan Frank Sinatra sebagai pemanas suasana. Dalam pembicaraan tersebut, saya bertanya ingin segera punya anak atau tidak. Karena jawaban darinya menentukan, akan memakai pengaman kah (baca: kondom) kami.. Hehehehheee. Harapan saya ketika adegan lucut-melucuti, saya mendapati lingerie tipis yang mudah dirobek berwarna krem.
Andika, 20 tahun
Tidak jauh dari Magis, saya juga ingin memulai malam pertama saya dengan ngobrol-ngobrol. Kira-kira pertanyaannya, “Kamu capek ga, Sayang?” Karena saya tidak ingin memaksa istri saya untuk lebih jauh melakukan hubungan intim kalau dia kelelahan. Saya juga ingin membahas masalah keperawanan. Saya sendiri tidak masalah jika dia sudah tidak perawan.
Selanjutnya, saya sebagai musisi ternama di kota Depok dan sekitarnya, ingin menyanyikan lagu untuk istri saya sambil memegang tangannya. Saya lihat bagaimana reaksinya. Kalau mukanya memerah, berarti dia mau diJoss. Kalau mukanya tidak memerah, saya buat hingga memerah sampai mau “di-joss” (baca: nganu-nganu). Lalu kami akan menonton film yang romantis yang “semi” gitu deh. Tak lupa lagu dari grup band The SIGIT atau lagu dari Rama – Bertahan sebagai bumbu suara romantisme di malam pertama kami. Harapan saya ketika membuka pakaian istri saya, saya menemukan bahwa dia mengenakan baju ketat berbahan latex berwarna hitam dan telah tersedia cambuk di sudut ruangan yang adalah hadiah dari kawan saya Helmi (bukan nama asli).
Nandi, 23 tahun
Hal yang pertama saya lakukan adalah berolah raga. Melemaskan otot-otot tertentu dan mengeraskan otot-otot lainnya, selagi istri saya mandi membersihkan diri. Contoh pemanasan yang dilakukan adalah push up.Latihan ini saya lakukan agar saya dapat dengan mudah mengangkat badan saya ketika “ehem ehem”. Ketika sudah sama-sama panas, kami memulai adegan selanjutnya dengan berciuman dengan soundtrack lagu-lagu Nidji. Saya membebaskan istri saya dalam hal pemilihan pakaian dalam. Pastinya warna hitam itu seksi untuk saya. Entah dia memilih untuk menggunakan sexy lingerie atau pakaian dalam biasa, semua akan saya lepas dengan perlahan-lahan. Hahaaayyhh…
Idham, 23 tahun 
Saya ingin memberi selamat bagi istri saya karena telah menjadi orang yang berarti bagi hidup saya. Pastinya saya ingin memulai malam pertama saya dengan ngobrol-ngobrol dengannya. Bagaimana perasaannya karena telah meninggalkan keluarganya untuk hidup bersama saya. Saya ingin memeluk dan menciumnya. Malam tersebut adalah tahap pertama dalam pernikahan kami, adakah rencana ke depan yang dia inginkan. Saya tidak mempermasalahkan status keperawanan istri saya. Fantasi saya adalah dia menggunakan pakaian dalam berwarna merah “Sora Aoi” (what the..??) dan mendengarkan lagu-lagu kenangan kami ketika mulai pacaran sampai saat ini. Momen itu juga kami gunakan untuk bernostalgia ketika kami masih berpacaran. Abis itu langsung sikaaaatttt…..