Trip to Manado – The Take Off
Penerbangan yang seharusnya take off pukul 08.55 mundur menjadi 09.40. Yah, saya maklum saja. Keterlambatan yang demikian memang sering terjadi dan membudaya di Indonesia, bukan sesuatu yang bisa dibanggakan. Di ruang tunggu penumpang saja saya sudah dibuat jenuh dengan tidak adanya kejelasan mengenai penerbangan saya, hingga saya akhirnya harus bertanya ke petugas yang ada.
Ketika boarding, saya tidak tahu jam berapa saya akan mendarat di tujuan. Saya bertanya kepada seorang pramugari yang cantik tapi berkesan judes. Citra Soekma namanya. Dia berkata bahwa pesawat akan mendarat di Manado kira-kira pukul 14.30 waktu setempat.
Tak lama berselang setelah adegan tanya jawab dengan sang pramugari, ia pun berlalu untuk melanjutkan tugasnya, memastikan setiap penumpang telah mengikuti prosedur keamanan. Adalah seorang ibu-ibu yang duduk di sebelah jendela pesawat. Tak jauh jaraknya dari tempat saya duduk. Blind di jendelanya tertutup. Pramugari Citra meminta supaya ibu itu menutup blind fold di jendelanya. Ibu itu menolak dengan alasan panas (silau, red). Mba Citra menjelaskan bahwa ketika pesawat take off dan landing, blind fold tersebut harus tertutup. Ibu itu tetap bersikeras. Akhirnya ibu tersebut membuka penutup jendelanya lantaran sang pramugari sedikit menghardiknya. Ketika ia berlalu, terdengar dengusan yang menandakan Citra merasa sebal dengan ibu itu. Wah.. Saya kira pramugari harus ramah. Mungkin Citra sedang datang bulan dan mempengaruhi mood-nya.
Selanjutnya perjalanan berlangsung lancar, aman mencekam. Beberapa kali terjadi turbulensi, namun tidak parah. Lucunya, ketika turbulensi terjadi, lagu yang terputar di pemutar mp3 saya kebetulan adalah Erotomani by Dream Theater. Serasa soundtrack turbulensi yang saat itu sedang terjadi.
)
Pesawat mendarat di bandara Sam Ratulangi Manado pada pukul 14.35 waktu setempat. Captain Allan selaku pilot pesawat mendaratkan pesawat dengan mulus. Touchdown!! Smoothly.
Saya tidak sabar mencoba makanan setempat yang sempat membuat adik sepupu saya menjadi gemuk selama tinggal di Manado. Tapi kayaknya wisata kuliner baru akan dimulai besok, secara ada yang harus saya kerjakan dulu untuk urusan kantor.
Readers, wait for my next post yah




Jabber
Madah Bahana
Marching Maniac