Cinta di Dunia Maya
Pernahkah kamu merasa jatuh cinta pada orang yang belum pernah kamu temui?
GRESIK | SURYA Online - Seorang bocah, Jesica (14) bukan nama sebenarnya, meninggalkan rumahnya di Depok, Jawa Barat, gara-gara situs jejaring pertemanan dan sosial, Facebook. Jesica ditemukan Kamis (3/6/2010) pukul 16.00 di rumah Aditya Amri S (20) bukan nama sebenarnya, warga Jalan Sunan Prapen, Gresik.
Kepala Kepolisian Sektor Driyorejo Ajun Komisaris Mulyono, Jumat (4/6/2010), menjelaskan, Jesica, yang masih tercatat sebagai siswa SMP di kawasan Depok, meninggalkan rumah sejak 31 Mei lalu. Dia pergi bersama kenalannya di Facebook bernama Aditya.
Jesica mengenal Aditya sejak tiga bulan lalu melalui Facebook. Keduanya saling curhat dan akhirnya timbul benih cinta jarak jauh. Saat Aditya menonton pertandingan kesebelasan Arema Malang versus Persija Jakarta pada 30 Mei lalu di Jakarta, Aditya menelepon dan ingin bertemu.
Pada 31 Mei Aditya mengajak Jesica jalan. Namun, Jesica tidak kembali pulang ke rumah. Orangtua Jesica, Sulaiman, melaporkan kehilangan anaknya sejak saat itu ke Kepolisian Sektor Metro Depok. Awalnya Jesica terdeteksi berada di Malang, lalu di Gresik.
Saat terdeteksi di Gresik, Polsek Metro Depok berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Driyorejo. Aditya ditangkap saat berada di areal parkir wisata ziarah makam Sunan Giri Gresik. Sementara Jesica ditemukan di rumah Aditya. Kepada penyidik, kedua insan itu mengaku saling cinta.
“Rencananya Tim Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Depok akan ke Polsek Driyorejo. Kami akan serahkan tersangka dan korban karena locus delicti-nya di Polres Metro Depok. Tersangka bisa dijerat Pasal 332 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” kata Mulyono.
<http://www.surya.co.id/2010/06/04/akibat-facebook-abg-depok-kabur-ke-gresik.html. 1 Agustus 2010>
Berita semacam itu bukanlah hal yang baru ditemui di Indonesia. Perkenalan di dunia maya yang berbuntut pada penipuan hingga penculikan menjadi fenomena yang akhir-akhir ini marak terjadi. Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh para korban hingga mau mengikuti keinginan pelaku dan kejahatan yang demikian bisa terjadi? Saya sendiri tidak mengerti karena (Puji Tuhan) tidak ada orang terdekat saya yang mengalami kejadian seperti tersebut di atas.
Post kali ini pun saya buat karena ada permintaan dari seorang pembaca yang meminta saya untuk menulis mengenai kisah cinta di dunia maya. (Yes, Galih, it’s you).
Kalau saya disuruh menjawab pertanyaan di kalimat pertama tulisan ini, jawaban saya adalah “Ya, saya pernah!”
Berkenalan dengan sesorang tanpa bertemu muka dengannya memang ada kalanya menyenangkan. Apalagi kalau kehadiran orang tersebut tepat di saat hati kita sedang gundah gulana. Kita bisa bercerita tentang semua masalah tanpa perlu harus memikirkan untuk menjaga perasaan orang yang kita jadikan tempat curhat.
Saya selalu berkata kepada teman-teman saya, curhat adalah sumber masalah. Kita butuh curhat. Tetapi kalau kita curhat kepada orang yang salah, bukan kelegaan saja yang didapat, tapi juga ada bonus intrik yang bisa bermacam-macam. Contohnya, seorang perempuan yang sudah memiliki pacar curhat kepada seorang lak-laki yang bukan pacarnya. Ya, perempuan tersebut merasa senang karena ada yang mengerti dia. Ya, mungkin dia merasa lelaki tersebut lebih memahami dia daripada pacarnya sendiri. Ya, si perempuan merasa nyaman menceritakan semua permasalahannya. Nah, pada kata nyaman itulah masalah lain muncul. Ketika perempuan sudah merasa nyaman terhadap seorang lelaki, bukan tidak mungkin timbul perasaan lebih dari sekedar teman. Perasaan itu bisa berupa rasa posesif, ingin memiliki, ingin melindungi, dan lain-lain. Saya tidak bisa menyertakan penelitian mengenai hal ini, tapi saya adalah perempuan. Pastinya saya tahu rasanya mengalami hal tersebut.
Saran saya adalah, berhati-hatilah membuka diri apabila teman curhatmu adalah orang yang hanya kamu kenal di dunia maya. Ketika perempuan sudah merasa nyaman dan senang bercerita, terutama kepada orang yang belum pernah ditemuinya, bisa saja ada benih-benih rasa tertarik yang muncul. Untuk kalian pembaca laki-laki, that is true! Kami perempuan mudah terpikat pada kata-kata manis, pengertian, rayuan, dan apapun yang manis-manis yang keluar dari mulut laki-laki (meskipun pihak laki-laki tersebut hanya bersimpati dengan kata-kata saja, atau tidak tulus dari hatinya). Penipuan banyak terjadi di kehidupan nyata, apalagi melalui dunia maya.
“Saya percaya dia tidak berbohong. Meskipun kami tidak pernah bertemu, tapi saya yakin rasa simpati yang diungkapkannya adalah benar dan tulus.”
Kalau kamu sedang jatuh cinta, kata-kata itu pasti terlontar. Logikamu ditutupi oleh emosi yang kamu sebut sebagai cinta. Saya sendiri tidak tahu apa itu cinta, apa rasanya jatuh cinta. Jadi, jangan sampai kamu menyalahartikan apa yang kamu rasa. Mungkin saja yang kamu rasakan hanyalah simpati belaka.
Sekedar berbagi, ada teman saya yang bercerita bahwa seorang perempuan yang dikenalnya di dunia maya mengajaknya menikah. Tanpa dimintai tanggapan, saya pun langsung menertawakannya. Saya menganggap hal itu konyol. Mereka belum pernah bertemu dan salah satunya mengajak menikah. Teman saya yang bercerita marah, lebih tepatnya ngambek pada saya. Karena menurut dia, itu adalah hal yang mungkin saja terjadi. Ya, memang mungkin terjadi. Tetapi yang namanya pernikahan bukanlah hal yang main-main. Kalau kamu belum pernah bertemu pasanganmu, hanya berinteraksi melalui internet, apa bedanya kamu dengan barang-barang yang dijual di e-bay? Bohong kalau kamu tidak memerlukan interaksi fisik. Beberapa orang yang saya kenal dan menjalani pacaran jarak jauh (long distance relationship) saja merasa berat menjalani hubungan mereka karena ketiadaan kontak fisik tersebut.
Kalau kalian masih berpikir untuk memiliki hubungan di dunia maya, maka kalian harus kembali menginjakkan kaki ke tanah. Jangan terus berada di awang-awang mimpi dan romantisme tanpa memikirkan logika. Kamu masih muda, jangan hanya kamu habiskan waktumu untuk virtual boy/girl friend. Perluas wawasanmu, sehingga kamu menyadari masih banyak hal lain di dunia ini yang bisa kamu jajaki.


Jabber
Madah Bahana
Marching Maniac
aduh..maap ya cinta mcm itu saya cuma punya 2 kata buat nggambarinnya: OMONG KOSONG
contoh d ats…emang salah satu COntoh sisi buruk situs jejaring sosial
apa Lagi anak remaja jaman sekarang….beuhhhh…
Kaga nahan kalo pacaran…..
pengaruh buruk meluas deh ke situs jejaring sosial
huahuahauh
ahahahahaaaa…… pengalaman pribadi yah? heheheheee