I am a Marching Band

Lagi tidur enak-enak, kekasih menelepon, “Jo, gw tunggu di ruko 10 menit lagi!.” Kontan, langsung saya bangun dan mandi (ga bisa dibilang mandi sih kalo cuma sikat gigi dan guyur-guyur badan). Yah, intinya sih langsung menemui kakanda lah (najis banget diksinya).

Setelah bertemu, barulah dia memberitahu, akan kemana kami. Ternyata mau nonton MBUI latihan. Sebagai alumni (cieeeee alumniiii), kami concern dengan perkembangan mereka. Meskipun tidak langsung menuju ke TKP (baca: jalan-jalan , belanja dan makan dulu), kami tiba di sana kira-kira jam 14.00.

Kesan pertama saya setelah tiba di gymnasium, saya disambut ramah oleh pengurus yang kebetulan sedang berada di luar. Menurut saya ini sangat menyenangkan, karena dari dulu, kami yang sudah tidak aktif sebagai pemain mendapat kesan asing dan kurang ramah dari pengurus ketika kami datang berkunjung. Hal itu sangat penting, membuat kami merasa masih menjadi bagian dari mereka.

Melihat anak-anak cadets yang tahun lalu saya ajar berlatih dengan semangat, rasanya sungguh membanggakan. Meskipun secara skill mereka masih belum laik tampil di kejuaraan, tapi perkembangan mereka dibandingkan dengan penampilan terakhir cadets jauh meningkat.

Saya memang bukan pelatih profesional, tetapi ada beberapa hal yang bisa saya evaluasi. Pasukan MBUI 2010 bisa dibilang baik dalam hal team building dan kepatuhan terhadap pengurus. Tidak seperti tahun-tahun terdahulu yang ada aja pasukan yang bangor… Hahahahhahahaaaa. Saya paham pembiasaan itu penting, tapi ingat juga akan titik jenuh. Artinya begini, kalau kamu merasa tidak ada kemajuan yang signifikan, berhentilah mencoba. Lakukan sesuatu yang lain dulu. Setelah merasa lebih segar, kembalilah ke kegiatan pertama yang kamu tinggalkan. Contohnya, ketika kamu merasa riffle selalu jatuh, seberapa besarpun kamu melatihnya, berhenti berlatih riffle. Mungkin kamu bisa berlatih yang lain dulu. Kalau sudah merasa lebih yakin untuk bisa memulai kembali berlatih dengan menggunakan riffle, baru deh mulai lagi.

Hal yang patut diingat:

  • Tubuh memiliki batas jenuh juga, lho meskipun kamu tidak sadar
  • Memang di MBUI kita belajar untuk melampaui batas kemampuan kita. Tapi mengistirahatkan tubuh (anggota tubuh yang digunakan untuk menghasilkan suara atau gerakan) juga penting.

Ini masih bulan Juli. Saya tidak mau merusak semangat kalian dengan memberi ceramah yang tidak menyenangkan… hahahahhahaaaa

Tetap semangat yah adik-adikku.. Rebut kembali piala besar itu!!!!!!!!!

Comments
  • Annisatul Laili R says:

    Wahhh seneng bgt deh kemarin cece nyempetin dateng dan bisa lihat perkembangan pasukan tahun ini. Hihihi ia kl gw mgkn agak sdikit kaget dgn rutinitas yg amat sgt menyita waktu ini. Jenuh? Mungkin, tapi Alhamdulillah belum di titik puncak kejenuhan. Hihihi. ia nih ce, amat sangat butuh mengistirahatkan tubuh dan pikiran. Jadi pingin cpt2 liburaaannnnnnnnnnn ;) :D

    • namasayaratih says:

      sebenernya gw dateng juga ga ada rencana… tau2 si bimbim nyulik gw…. hahahahaaa…. tetep semangat yah… :D

Leave a Comment
*