Just wanna share about life..
Di umur 20-an seperti saya ini, banyak hal tak terduga yang kita temui. Seperti, pacarmu meninggalkanmu, berkelahi dengan teman, bertemu teman lama yang tadinya biasa sekarang jadi kinda hot, berkenalan dengan orang baru dan akhirnya tertarik, jatuh cinta sama pacar sahabat, atau apapun lah. Semua itu manusiawi, hal yang lumrah dialami orang-orang. Jujur, kita sendiri pun pasti bingung, bagaimana menyikapi hal-hal tersebut di atas kalau terjadi pada diri kita.
Contoh pertama, kamu mau putus dari pacarmu tapi kamu tidak tega memutuskannya. Apa yang harus dilakukan?
Baby, you gotta be true to yourself. So what kalau kamu tidak tega? Kalau kamu memang sudah tidak memiliki sparkly and tingly feeling ketika bersama dia, sudahi saja. PAstinya dengan persetujuan kedua belah pihak. Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana bila salah satu pihak tidak setuju? Talk about it, just the two of you. Saya adalah orang yang selalu memberi kesempatan bagi orang lain untuk memperbaiki diri. Maybe you should renew your relationship. Bangun komitmen kalian dari awal. Tapi ini tidak berlaku bagi pasangan yang salah satunya memiliki pacar lain. Hell no, bitch must go!
A friend of mine recently was experiencing that kind of problem. Alasan mengapa dia ingin putus dari pacarnya adalah karena dia merasa diperalat orang pacarnya tersebut. Dia merasa bahwa pacarnya menutupi sesuatu darinya. Wah, kalau itu yang terjadi, saya hanya bisa berkata, life must go on. Kalau ternyata selama ini dia membohongimu, apa kamu masih mau menjalani hubungan dengannya? Siapa yang tahu kalau dia mungkin ternyata memiliki pacar lain di tempat asalnya. Kejujuran itu sangat penting untuk membina hubungan –hubungan yang serius. Kalau yang kalian lakukan hanya main-main, berdasarkan pada ketertarikan fisik semata, hentikan itu sekarang juga. Ada saja orang yang dengan sengaja menjalin hubungan denganmu hanya untuk kepentingannya semata. Misal saja, dia adalah orang baru di daerahnya dan membutuhkan seseorang untuk menjadi teman sebagai pegangan. Do you really wanna make a commitment with that person?
Keputusan yang diambil oleh teman saya tersebut (setelah berbulan-bulan penuh dengan diskusi) adalah, dia memberanikan diri untuk memutuskan hubungan. Alasan yang dia ambil adalah, dia butuh focus pada kuliah dan bandnya. Keputusan yang sangat saya dukung karena, selama enam bulan pertama mereka menjalin hubungan, si gadis dari tempat yang jauh itu sebenarnya masih berstatus in relationship dengan orang lain. Dan, ya, gadis itu mau menjadi pacarmu karena kamu memiliki mobil dan segala fasilitas yang bisa membuat dia nyaman berada di tempat yang baru. Thank God they’re broke up. Meskipun ditahan-tahan berbulan-bulan, teman saya akhirnya berani memutuskan hubungan. You just need courage, my friend.
Contoh kedua, kamu jatuh cinta pada seorang gadis yang merupakan pujaan hati sahabatmu. Apa yang harus dilakukan?
Ini merupakan hal yang manusiawi. Setiap orang bisa mengalami hal ini. Tapi perlu diingat, perasaanmu dan gadis yang kamu suka itu bukan yang paling utama; masih ada perasaan sahabatmu. You gotta deal with his feeling too. Bagaimana pun, dia adalah sahabatmu. Coba untuk membicarakan hal ini dengannya. Mungkin kamu takut dia marah atau malah memutuskan tali persahabatan. Bisa jadi hal yang terjadi adalah 180 derajat kebalikan dari yang kamu bayangkan. Pasti sahabatmu itu ada perasaan kecewa, tapi setidaknya kamu tidak mengkhianati dia dengan memberitahukan segera padanya. Memang terlihat cliché, ketika persahabatan hancur karena wanita. Tapi kalau itu terjadi, mau bagaimana lagi? Berharap saja semoga sahabatmu itu adalah orang yang terbuka dan lapang dada.
Contoh ketiga, dua orang temanmu yang berpacaran akhirnya putus dan kamu pun ikut putus tali persahabatan dengan salah satu dari mereka. Apa yang harus dilakukan?
Hmmm… Agak sulit memang. Pasangan itu pasti berharap kamu memihak pada salah satu dari mereka. Disitu kesetiaanmu diuji. Kalau menurut saya, janganlah memihak. Lebih baik kamu tidak mendengarkan proses mereka sama sekali, karena akan menjadi complicated. Lain cerita kalau salah satunya berselingkuh. Berpihaklah pada kebenaran. Dengan bersikap dewasa bagi semua pihak akan membuat segalanya menjadi lebih mudah. Tapi namanya manusia, semua orang ingin dibilang dewasa. Hahahahhaaa…
Contoh keempat, kamu baru mengenal seorang gadis cantik dan ingin menjadi pacarnya padahal dia baru putus dengan pacarnya. Apa yang harus dilakukan?
Ada kode etik berpacaran yang berkata bahwa kamu harus menunggu paling tidak 3 bulan setelah dia putus, baru menyatakan perasaanmu. Terlalu lama? Ya, tapi bagaimana lagi. Antara si gadis merasa takut dicap buruk dan kamu merasa ingin segera memilikinya. Kira-kira, akankah kamu memikirkan perasaan orang-orang di sekitar kamu yang akan berpikir macam-macam kalau kalian segera pacaran? Misalnya, “Wah, cewe N cepet banget yah jadian sama si A. Padahal kan si N baru putus sama M. Pasti ada apa-apanya nih.” Itu hanya contoh, but would you consider that?
Contoh kelima, kamu baru putus dari pacar kamu dan kamu mengetahui bahwa dia sudah menyukai gadis lain padahal kamu masih sayang dia. Apa yang harus dilakukan?
Saya pribadi pernah mengalami hal ini. Di satu sisi, itu hak dia untuk menyukai orang lain. Di sisi lain, hati rasanya remuk. Dilemma memang. Pilihannya hanyalah mengikhlaskan atau mengajak untuk kembali berhubungan. Sampai saat ini sih yang saya pilih adalah opsi kedua. Saya percaya bahwa cinta sejati itu bukan diberi, bukan jodoh, bukan nasib. Menurut saya, cinta sejati adalah ketika kedua orang yang berhubungan itu mau memperjuangkan perasaannya. Sue me, but that’s what my opinion of love.
Contoh keenam, sahabat-sahabatmu tiba-tiba menjauhimu sehingga ketika berada di antara mereka kamu merasa terasing. Apa yang harus dilakukan?
Interospeksi. Jangan malu bertanya. Sadar diri. Berusaha peka akan keadaan. Mungkin hal yang sering kamu lakukan (tanpa sadar) mengganggu mereka. Jangan malu untuk berdiskusi dengan salah satu sahabat yang bisa dipercaya. Yang terpenting, jangan berasumsi sendiri. You’re not Mr Holmes yang bisa mengetahui apa yang terjadi tanpa bertanya. Beliau pun butuh penyelidikan untuk mengetahui apa yang terjadi. Kamu harus lapang dada dengan kritik dari sahabat-sahabatmu. Bukan mereka yang salah, tapi kamu. Logikanya adalah, tidak ada 1 orang waras di antara 10 orang gila. Yang ada adalah 1 orang gila di antara 10 orang waras (kecuali di RSJ).
Contoh ketujuh, sahabatmu jatuh cinta pada gadis idamanmu dan kamu mengetahui hal itu sedangkan sahabatmu itu belum juga menceritakannya kepadamu. Apa yang harus dilakukan?
Agak kurang bijaksana memang kalau kamu lebih dulu melakukan konfrontasi ke dia. Tunggu saja sampai sahabatmu itu memberitahu. Saya yakin, pasti dia juga merasa bersalah dan tidak enak hati terhadapmu. Tapi terimalah apa yang dia ingin katakan. Namanya juga manusia; jatuh cinta itu adalah hal yang wajar.
Contoh kedelapan, kamu membohongi pacarmu dan memiliki pacar lagi di tempat yang lain. Apa yang harus dilakukan?
So you’re a bitch. Please stop messing around with my friend. He’s like a brother to me. Usahakan kamu putus hubungan dulu dengan pacar terdahulu sebelum menjalin hubungan dengan yang lain. Kamu tidak ingin dicap buruk oleh orang-orang kan? Ingat, serapat apapun kebohongan itu, pasti akan tetap tersibak.
Well, that’s (almost) all, guys. Those are something happened recently. Secrets that I (almost) revealed. Keeping a secret is like hell. Maaf bagi pihak-pihak yang merasa tersindir. Saya hanya melihat dari sisi seorang perempuan berusia 25 tahun yang sedang belajar menjadi lebih dewasa.